Untuk
kamu, wanita yang aku perjuangkan namun jauh di sana. Sudah lama hati
ini kosong tanpa kehadiran seorang wanita yang aku cintai. Mungkin malah aku
lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Berulang kali aku mencoba menjalin hubungan
dengan seorang wanita, namun tidak ada satu pun yang sesuai dengan harapanku.
Aku sebenarnya
bukanlah tipe orang yang terlalu memilih dalam menjalin hubungan dengan seorang
wanita. Aku tidak terlalu peduli dengan paras cantik atau bentuk fisik seorang
wanita, aku hanya mencari seorang wanita yang mandiri dan cukup dewasa dalam
mengambil sikap. Aku tidak tahu apakah aku salah dalam menetapkan kriteria
untuk mencari seorang wanita yang bisa aku cintai. Yang jelas hampir semua
wanita yang pernah aku dekati tidak memiliki kriteria yang aku inginkan itu.
Perkenalan
pertama kita memang cukup hangat. Jujur aku langsung merasa kamu berbeda dengan
wanita-wanita yang pernah aku dekati sebelumnya. Aku tertarik dengan kisahmu
yang melanjutkan kuliah sambil bekerja. Kamu berkata bahwa kamu ingin mengejar
cita-citamu untuk sekolah yang tinggi dengan usahamu sendiri. Aku melihat semua
kriteria yang aku impikan itu ada di dirimu.
Pertemuan
pertama denganmu waktu itu memberi kesan yang sangat indah bagiku, yang membuat
aku selalu ingin bertemu denganmu lagi dan lagi. Namun semua itu nampaknya
sulit untuk diwujudkan. Aku hanya bisa
menyapamu melalui pesan-pesan singkatku.
Sering
aku merasa gelisah, apakah ada pria lain yang mendekatimu selain aku. Sering
aku takut gagal untuk mendekatimu karena aku tidak selalu ada di sampingmu.
Sering aku khawatir apabila sewaktu-waktu ada pria lain yang juga sedang
mendekatimu dan dia selalu ada di dekatmu. Kini aku hanya bisa berdoa,
agar kamu dapat senantiasa menantiku untuk kembali datang kepadamu.
Aku
selalu berdoa agar kamu juga merasakan perasaan cintaku ini. Aku pun selalu
berdoa agar kamu senantiasa lebih memilihku daripada pria lain yang mungkin
saat ini juga sedang mendekatimu. Tunggu aku wahai wanita pujaanku, jangan
jadikan jarak ini menjadi alasan kita tidak bisa saling bersatu. Yakinlah,
walau aku berada jauh darimu, namun aku tetap serius untuk melanjutkan langkah
ini ke arah yang lebih baik lagi. Aku selalu berharap suatu saat 'aku' dan
'kamu' bisa bersatu menjadi 'kita'.