Saya pernah jatuh cinta pada seorang wanita. Wajahnya cantik tanpa make-up dan Senyumnya manis. Pertama kali saya mengenalnya lewat
tatapan mata, sekelebat mata yang saya tak bisa menolaknya. Siapa yang tak
jatuh cinta padanya.? Rasanya Tuhan
telah menjatuhkan Bidadari Surga di
hadapan mata.
Dia tidak secantik artis-artis yang sering
muncul di layar kaca. Sungguh, dia bukan tipe wanita cantik yang seperti
itu. Dia cantik dengan senyumnya yang menggemaskan. Dia cantik dengan
tingkahnya yang selalu membuat saya merasa ingin melakukan hal itu bersamanya. Ah, sungguh bodoh jika kau tak jatuh cinta
pada apa-apa yang ada di dirinya.
Saya takut jika sampai jatuh cinta kepadanya
terlalu dalam, ya saya memang seorang pecundang yang tak berani mengungkapkan
sebuah perasaan. Mau bagaimana lagi lha
wong dia nya sudah punya pendamping, dan terlebih lagi saya ndak mau menyakiti hati orang-orang yang
juga menaruh hati padanya, karena saya pun mengerti bagaimana rasanya tersakiti.
Saya harap Tuhan mempertemukan saya dengannya
untuk sebuah perjalanan panjang bersamanya, atau jika saya tidak bisa melakukan
perjalanan panjang dengannya, saya memilih untuk tak pernah bertemu dengannya.
Mungkin ini sudah takdir Sang Pencipta, karena di dunia ini tidak ada sesuatu
yang kebetulan.
Seperti kisah-kisah jatuh cinta pada pandangan
pertama lainnya, saya selalu menahan perasaaan yang begitu membara kisah jatuh cinta saya pun harus berakhir di pojokan tempat
sampah seperti yang lalu-lalu. Sudah bisa ditebak bukan? Saya adalah pecundang.
Kalah sebelum benar-benar mengibarkan bendera perang untuk memenangkan hatinya.
Kini namanya selalu terselip di sela setiap doa
yang selalu ku panjatkan. Hanya dirinya yang selalu ku bicarakan dengan Tuhan
kala sepertiga malam. Cinta adalah
sesuatu yang abstrak, saya tak pernah menyangka jika saya akan pernah
mengalaminya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar