Senin, 02 Januari 2017

SISA AKHIR TAHUN 2016

Di tahun 2016, banyak kisah-kisah yang berlum sempat tertuliskan ataupun tergambargan olehku. Mulai dari senang, susah, bahagia lan sak piturutipun. 2016 adalah tahun di mana saya bertemu dengan orang-orang yang baru dari dalam kota maupun luar kota, bahkan di tahun 2016 mungkin juga membawaku ke hati yang baru, mungkin ini sudah takdir Yang Maha Kuasa sehingga aku dapat bertemu dan mengenalnya. Mengapa bisa dikatakan takdir..? lhawong saat ini tak ada wanita lain lagi yang kukenal dekat dan akrab. Semua wanita yang ku kenal sebelum-sebelumnya sudah pergi menjauhiku tanpa kutahu sebabnya

Cinta memang tak butuh alasan. Kecuali kau mencari-carinya. Bisa pada kecantikan, akal, budi,
bahkan harta. Ndak ada yang salah memang soal itu. Tapi, kenyataannya aneka hal itu justru muncul pasca cinta itu hadir.

Misalnya begini, saya bertemu seorang yang cantik. Lalu, dengan keberanian yang nanggung saya ajak kenalan. Di sini, mungkin saya mengajak kenalan karena dia cantik. Padahal ya ndak juga. Banyak kok cewek cantik yang saya biasa-biasa saja. Ndak berhasrat buat kenalan.
Kejadian itu membuktikan, kalau yang mendorong saya adalah ketertarikan yang muncul secara spontan. Tanpa alasan. Tanpa tedeng aling-aling. Cukup hati yang berdesir saja.
Lalu pada akhirnya saya ketahui namanya (saya tidak akan menyebutkan namya di sini), dan ndilalah  dia sudah punya kekasih. Yang jelas hati saya sudah berdesir saat bertemu dia. Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu berterbangan  dan saya terus-menerus kepikiran.
Apa itu juga namanya cinta? Belum tentu juga sih sebenarnya. Melainkan, keteguhan hati saya untuk tetap stalking dia dan menyusun stratak untuk mendapatkannya, itulah cinta. Apa pun keadaannya, sekali memilih, akan terus dipertahankan.
Dia  memang gadis yang sangat mempesona. Wajahnya teduh seperti langit pagi saat matahari masih melongokkan setengah wujudnya. Senyumnya menenangkan, bak senyum debt collector yang mengikhlaskan utang kita. Dan, tatapan matanya tajam penuh kepercayaan.
Dengan perupaan demikian, lelaki mana yang tak kepincut? Tapi, saya tak punya daya, untuk mengelak dari nikmat Tuhan yang jelas nyatanya. Betapa beruntungnya saya, Tuhan telah mempertemukanku dengan bidadari tanpa sayap yang ada di dunia yang fana ini..ohh subhanallove

Hanya saja, saya sadar dia sudah ada yang punya. Bukan single lagi. Bukan jomblo lagi. Terlebih lagi, saya juga takut..saya takut kalau ndilalah menyakiti hati orang lain, menyakiti orang-orang yang juga menaruh rasa terhadapnya
Tak apa, Cinta tetaplah cinta. Sekarang atau nanti desirannya tentu sama. Gadis atau janda tak ada beda. Untuk itu, saya bakal menunggunya hingga waktu yang ditentukan.
saya menunggumu, Hanya saja, kalau bisa jangan lama-lama. Menunggu itu musuh semua manusia, sebab menunggu seringkali bikin bosan. Sialnya, tak ada orang yang mau mati sebab bosan. Oh ya, saya sesungguhnya berterimakasih sama kamu. Sebab ada kamu, saya jadi tambah rajin beribadah, dan melanyunkan do’a-do’a kerinduan kepada Tuhan YME. Lhawong Cuma kamu seorang yang selalu kubicarakan dengan Tuhan, di sela-sela sholat dan di sepertiga malam
Sebagai bonus, bukan mustahil insya Allah saya bakal melamarmu secara langsung, jujur, sederhana dan apa adanya .Ah, mungkin saya ini terlalu muluk-muluk rupanya. Kok sudah ngomong soal lamar saja? Harusnya dekat saja dulu. Ta’aruf. Bukankah begitu?Ya, namanya juga doa,. Harus tinggi, harus muluk. Kalau pendek dan sederhana saja, mungkin namanya al-fatikhah. Sudahlah. Lama-lama saya merasa kian banyak bicara ngawur, dan ora mutu. Saya  takut nek ndilalah kamu illfeel. Jadi, saya cukupkan sampai di sini saja 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar