Di tahun 2016, banyak kisah-kisah yang berlum
sempat tertuliskan ataupun tergambargan olehku. Mulai dari senang, susah,
bahagia lan sak piturutipun. 2016 adalah tahun di mana saya bertemu dengan orang-orang yang baru dari dalam kota maupun luar
kota, bahkan di tahun 2016 mungkin juga membawaku ke hati yang baru,
mungkin ini sudah takdir Yang Maha Kuasa sehingga aku dapat bertemu dan
mengenalnya. Mengapa bisa dikatakan
takdir..? lhawong saat ini tak ada wanita lain lagi yang kukenal dekat dan
akrab. Semua wanita yang ku kenal sebelum-sebelumnya sudah pergi menjauhiku
tanpa kutahu sebabnya
Cinta memang tak butuh alasan. Kecuali kau
mencari-carinya. Bisa pada kecantikan, akal, budi,
bahkan harta. Ndak ada yang salah memang soal itu. Tapi,
kenyataannya aneka hal itu justru muncul pasca cinta itu hadir.
Misalnya begini, saya bertemu seorang yang
cantik. Lalu, dengan keberanian yang
nanggung saya ajak kenalan. Di sini, mungkin saya mengajak kenalan karena
dia cantik. Padahal ya ndak juga. Banyak kok cewek cantik yang saya biasa-biasa
saja. Ndak berhasrat
buat kenalan.
Kejadian itu membuktikan, kalau yang mendorong saya
adalah ketertarikan yang muncul secara spontan. Tanpa alasan. Tanpa tedeng
aling-aling. Cukup hati yang berdesir saja.
Lalu pada akhirnya saya ketahui namanya (saya tidak akan menyebutkan namya di sini),
dan ndilalah dia sudah punya kekasih. Yang jelas hati saya
sudah berdesir saat bertemu dia. Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu berterbangan
dan saya terus-menerus kepikiran.
Apa itu juga namanya cinta? Belum tentu juga sih
sebenarnya. Melainkan, keteguhan hati saya untuk tetap stalking dia dan
menyusun stratak untuk mendapatkannya, itulah cinta. Apa pun keadaannya, sekali
memilih, akan terus dipertahankan.
Dia memang gadis yang sangat mempesona. Wajahnya
teduh seperti langit pagi saat matahari masih melongokkan setengah wujudnya.
Senyumnya menenangkan, bak senyum debt collector yang mengikhlaskan utang kita. Dan,
tatapan matanya tajam penuh kepercayaan.
Dengan perupaan demikian, lelaki mana yang
tak kepincut? Tapi, saya tak
punya daya, untuk mengelak dari nikmat Tuhan yang jelas nyatanya. Betapa beruntungnya
saya, Tuhan telah mempertemukanku dengan bidadari
tanpa sayap yang ada di dunia yang fana ini..ohh subhanallove
Hanya saja, saya sadar dia sudah ada yang
punya. Bukan single lagi. Bukan jomblo lagi. Terlebih lagi, saya juga takut..saya takut kalau ndilalah menyakiti hati orang lain,
menyakiti orang-orang yang juga menaruh rasa terhadapnya
Tak apa, Cinta tetaplah cinta. Sekarang atau nanti
desirannya tentu sama. Gadis atau janda tak ada beda. Untuk itu, saya bakal
menunggunya hingga waktu yang ditentukan.
saya menunggumu, Hanya saja, kalau bisa jangan lama-lama.
Menunggu itu musuh semua manusia, sebab menunggu seringkali bikin bosan.
Sialnya, tak ada orang yang mau mati sebab bosan. Oh ya, saya sesungguhnya
berterimakasih sama kamu. Sebab ada kamu, saya jadi tambah rajin beribadah, dan
melanyunkan do’a-do’a kerinduan kepada Tuhan YME. Lhawong Cuma kamu seorang yang selalu kubicarakan dengan Tuhan, di
sela-sela sholat dan di sepertiga malam
Sebagai bonus, bukan mustahil insya Allah saya bakal melamarmu secara langsung, jujur, sederhana
dan apa adanya .Ah, mungkin saya ini terlalu muluk-muluk rupanya. Kok sudah ngomong soal lamar saja? Harusnya
dekat saja dulu. Ta’aruf. Bukankah
begitu?Ya, namanya juga doa,. Harus
tinggi, harus muluk. Kalau pendek dan sederhana saja, mungkin namanya al-fatikhah. Sudahlah. Lama-lama saya
merasa kian banyak bicara ngawur, dan ora
mutu. Saya takut nek ndilalah kamu illfeel.
Jadi, saya cukupkan sampai di sini saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar