22 desember adalah hari yang sakral, di mana semua orang seluruh Indonesia memperingati dan menyebutnya dengan nama "Hari Ibu"
Ibu menurut saya dia sangat menakutkan, saben hari saya kena marah oleh nya tapi, dia marah karena sayang kepada kita dan agar kita menjadi pribadi yang lebih maju dan sukses dalam menyongsong masa depan yang cerah (bahasamu lo coeg duwur tenan)
Tapi kenapa kok ndak ada hari bapak ya..? Padahal di lingkup kampung saya ada yang namanya arisan ibu-ibu dan ada juga arisan bapak-bapak
Tapi kenapa.? Kenapa untuk yang satu ini tidak ada yag namanya hari bapak.? Memang saya akui ibu sudah mengandung kita selama 9 bulan. Waktu yg tidak cukup singkat tapi, Bapak adalah orang yang turut andil dalam pembuatan diri kita..
Dan bapak juga adalah tulang punggung keluarga yang mencarikan nafkah sandang dan pangan bagi kelangsungan hidup.
Jadi ayolah, setiap hari kita bisa menjadikan hari-hari yang spesial buat ibu kita masing-masing, jangan menitik beratkan kepada bapak dan meng-anak-tiri-kan bapak kalian untuk tidak memperingati kasih sayang darinya.
Saya yakin anda-anda semua juga sayang pada bapak-bapak kalian (bener ra ndes)
Nek aku ngono mbendinane patuh marang titah lan perintahe ibu lan manut lan patuh marang mandat yang diberikan bapak saya untuk menjadi seniman sek sukses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar