Sabtu, 03 Desember 2016

PECUNDANG JATUH CINTA PADA BIDADARI SURGA



Saya pernah jatuh cinta pada seorang wanita. Wajahnya cantik tanpa make-up dan Senyumnya manis. Pertama kali saya mengenalnya lewat tatapan mata, sekelebat mata yang saya tak bisa menolaknya. Siapa yang tak jatuh cinta padanya.? Rasanya Tuhan telah menjatuhkan Bidadari Surga di hadapan mata.
Dia tidak secantik artis-artis yang sering muncul di layar kaca. Sungguh, dia bukan tipe wanita cantik yang seperti itu. Dia cantik dengan senyumnya yang menggemaskan. Dia cantik dengan tingkahnya yang selalu membuat saya merasa ingin melakukan hal itu bersamanya. Ah, sungguh bodoh jika kau tak jatuh cinta pada apa-apa yang ada di dirinya.
Saya takut jika sampai jatuh cinta kepadanya terlalu dalam, ya saya memang seorang pecundang yang tak berani mengungkapkan sebuah perasaan. Mau bagaimana lagi lha wong dia nya sudah punya pendamping, dan terlebih lagi saya ndak mau menyakiti hati orang-orang yang juga menaruh hati padanya, karena saya pun mengerti bagaimana rasanya tersakiti.
Saya harap Tuhan mempertemukan saya dengannya untuk sebuah perjalanan panjang bersamanya, atau jika saya tidak bisa melakukan perjalanan panjang dengannya, saya memilih untuk tak pernah bertemu dengannya. Mungkin ini sudah takdir Sang Pencipta, karena di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan.
Seperti kisah-kisah jatuh cinta pada pandangan pertama lainnya, saya selalu menahan perasaaan yang begitu membara kisah jatuh cinta saya pun harus berakhir di pojokan tempat sampah seperti yang lalu-lalu. Sudah bisa ditebak bukan? Saya adalah pecundang. Kalah sebelum benar-benar mengibarkan bendera perang untuk memenangkan hatinya.
Kini namanya selalu terselip di sela setiap doa yang selalu ku panjatkan. Hanya dirinya yang selalu ku bicarakan dengan Tuhan kala sepertiga malam. Cinta adalah sesuatu yang abstrak, saya tak pernah menyangka jika saya akan pernah mengalaminya.